HSN ke-10 Cikeusik Sukses Digelar, MWCNU Apresiasi Kiprah Sertu Eri Piatna yang Aktif dalam Aksi Kemanusiaan

Pandeglang17 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, PANDEGLANG – Keberhasilan penyelenggaraan Hari Santri Nasional (HSN) ke-10 Tahun 2026 tingkat Kecamatan Cikeusik menjadi momentum penting dalam memperkuat kebersamaan antara Nahdlatul Ulama, pemerintah, TNI, lembaga sosial, dan masyarakat. Tidak hanya melakukan evaluasi dan laporan pertanggungjawaban kegiatan, panitia bersama MWCNU Kecamatan Cikeusik juga memberikan penghargaan kepada Sertu Eri Piatna, Babinsa Koramil 0116/Cikeusik yang sekaligus aktif sebagai relawan Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim Ar-Rahman Indonesia.

Kegiatan berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, bertempat di Saung Kebangsaan, Kampung Malangsari, Desa Cikiruh Wetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MWCNU Kecamatan Cikeusik, Ustaz Abdul Havid Yusup, S.Pd.I., jajaran pengurus MWCNU, PAC GP Ansor, dan Banser Kecamatan Cikeusik.

Dalam evaluasi tersebut, Ketua MWCNU Kecamatan Cikeusik, Ustaz Abdul Havid Yusup, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan PAC GP Ansor bersama seluruh panitia dalam menyelenggarakan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional ke-10.

Menurutnya, kesuksesan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai unsur, mulai dari panitia, pemerintah, lembaga-lembaga, sponsor, para dermawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kalangan pemuda yang turut memberikan dukungan.

Rangkaian kegiatan HSN tahun ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Istighosah dan Tabligh Akbar pada 21 Oktober 2026 serta Upacara Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026 yang dihadiri banyak peserta dan masyarakat.

Ia berharap, penyelenggaraan Hari Santri Nasional pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah, lebih khidmat, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain mengevaluasi keberhasilan kegiatan, MWCNU juga menekankan pentingnya penguatan kaderisasi, rekrutmen anggota muda, optimalisasi sekretariat, serta kesinambungan program sosial dan pendidikan. Sinergi dengan pemerintah dan lembaga sosial diharapkan terus diperkuat untuk mendukung kemajuan organisasi dan kemaslahatan masyarakat.

Salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pemberian penghargaan kepada Sertu Eri Piatna, Babinsa Koramil 0116/Cikeusik sekaligus relawan Rumah Yatim Ar-Rahman Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi dan keterlibatannya dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan Hari Santri Nasional ke-10 tingkat Kecamatan Cikeusik.

Namun, apresiasi tersebut juga menjadi bentuk penghormatan terhadap kiprah sosial dan kemanusiaan Eri Piatna yang selama ini dikenal aktif hadir membantu masyarakat, tidak hanya di wilayah Kecamatan Cikeusik dan Kabupaten Pandeglang, tetapi juga dalam berbagai kegiatan kemanusiaan di sejumlah kabupaten lainnya di Provinsi Banten.

Melalui perannya sebagai Babinsa dan relawan Rumah Yatim, Eri Piatna terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari membantu masyarakat yang mengalami kesulitan, mendukung kebutuhan pondok pesantren, santunan anak yatim, hingga kegiatan kemanusiaan lainnya.

Dalam beberapa kesempatan, keterlibatan tersebut juga terlihat melalui upaya membantu masyarakat yang terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Baginya, kehadiran di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral untuk membangun kepedulian dan semangat gotong royong.

Ketua MWCNU Kecamatan Cikeusik, Ustaz Abdul Havid Yusup, menilai kehadiran Eri Piatna di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama memberikan motivasi tersendiri untuk terus membangun kebersamaan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Semangatnya untuk terus hadir di tengah kesulitan masyarakat diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai elemen agar tidak hanya memahami pentingnya kepedulian sosial, tetapi juga mewujudkannya melalui tindakan nyata.

Pihak MWCNU juga menyampaikan komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah, TNI/POLRI lembaga sosial, dan berbagai unsur masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan yang berdampak positif.

Dalam kesempatan yang sama Sertu Eri Piatna menyampaikan terima kasih kepada Ketua MWCNU, jajaran pengurus, serta PAC GP Ansor Kecamatan Cikeusik atas apresiasi yang diberikan.

Ia menyampaikan bahwa sebagai seorang prajurit TNI, dirinya berupaya dengan segala keterbatasan untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan misi kemanusiaan Rumah Yatim Ar-Rahman Indonesia yang berupaya membantu masyarakat, pondok pesantren, anak-anak yatim,Pendidikan,kebencanaan,serta berbagai kegiatan sosial lainnya.

“Saya sebagai prajurit dengan segala keterbatasan yang ada akan terus berupaya hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat. Apa yang saya lakukan juga sejalan dengan semangat Rumah Yatim untuk membantu masyarakat, pondok pesantren, dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan komandannya yang selama ini memberikan dukungan sehingga berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan dapat terus berjalan.

“Pengabdian ini tidak bisa dilakukan sendiri. Ada para donatur, lembaga, serta dukungan dari Komandan saya yang selama ini memberikan kesempatan dan dukungan untuk terus berbuat bagi masyarakat. Semoga apa yang kita lakukan dapat memberikan manfaat dan menjadi amal kebaikan bagi semua pihak,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HSN ke-10 tingkat Kecamatan Cikeusik, Pijayuddin, menyampaikan terima kasih kepada MWCNU, Forkopimcam, para sponsor, dermawan, seluruh pendukung, serta jajaran panitia yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Dalam laporan pertanggungjawabannya, disampaikan bahwa total pemasukan kegiatan mencapai Rp24.929.000, sedangkan pengeluaran sebesar Rp24.396.000.

Berdasarkan perhitungan tersebut, terdapat sisa saldo sebesar Rp533.000.

Laporan ini menjadi bagian dari pertanggungjawaban panitia sekaligus bentuk transparansi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

Keberhasilan HSN ke-10 di Kecamatan Cikeusik diharapkan menjadi modal kebersamaan untuk penyelenggaraan kegiatan keagamaan dan sosial pada masa mendatang. Sementara itu, apresiasi kepada Sertu Eri Piatna menjadi pengingat bahwa semangat Hari Santri tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui pengabdian, kepedulian, dan tindakan nyata untuk membantu sesama,Pungkasnya”

 

(Adi)