Bungas Banten, SERANG – Akew, Pengurus Koperasi desa (Kopdes) merah putih membantah adanya dugaan praktik pungutan liar (Pungli) di Pemerintahan Desa Panyaungan Jaya Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten
Isu Pungli tersebut mencuat, setelah adanya narasumber bernama Ipah dan beberapa warga lainnya yang diwawancari oleh salah satu media online dan diberitakan dibeberapa media online serta dikanal YouTube beberapa hari lalu
Dugaan Pungli tersebut dilakukan melalui pemotongan bantuan sosial (Bansos) berupa program PKH, BPNT, BLT Kesra bahkan bedah rumah/rumah tidak layak huni (RTLH) cukup fantastis mulai Rp.100 ribu sampai Rp.250 ribu bahkan hingga Rp. 1.500.000,-
Menanggapi hal tersebut Akew kepada wartawan pada Minggu, (4/1/2026) membantah, ia menjelaskan bahwa, itu tidak benar dan itu syarat kepentingan politik
“Menyikapi pemberitaan adanya sekelompok orang (warga-red) yang sedang berkumpul dan mengaku dimintai uang untuk bantuan sosial (Bansos) berupa, PKH, BPNT, BLT Kesra dan bedah rumah atau RTLH itu sama sekali tidak benar, saya justru tersenyum membaca dan melihatnya, karena mereka ini sebagian besar bukan penerima bansos yang ada itu bagian dari syarat kepentingan politik bacalon yang merupakan pihak lawan
Jadi kalo bicara penerima bansos, itu bukan hanya di kampung Sukabares tapi 400 KPM lebih, ini kenapa yang membuat pengaduan orang-orang bacalon, jadi yang obyektif dan logis saja. Masih ada 11 kampung lain kenapa yang dipermasalahkan hanya dari kampung nya bacalon saja ada apa..?
Selain itu, saya perlu tegaskan dan luruskan semenjak tahun 2020 hingga saat ini saya bukan lagi perangkat atau Sekertaris desa (Sekdes) Panyaungan Jaya seperti yang diberitakan, akan tetapi saat ini saya adalah Pengurus Koperasi desa (Kopdes) merah putih.
sementara pemberitaan yang di angkat ini tahun 2023, 2024 dan 2025. Tegasnya
Terkait tuduhan pungli Akew menegaskan, jangankan minta uang bertatap muka pun dengan warga belum pernah ketemu
Jangankan minta uang sebesar itu, bertatap muka (bercengkrama) dengan warga pun belum pernah, bahkan yang lebih ironisnya lagi ada warga yang mangku dimintai uang sama saya, namun ketika saya tanya balik ke insan pers dari salah satu media online yang merilis berita siapa yang meminta ? Jawabnya Ipah, saya tanya lagi Ipah itu siapa ? Jawabnya Ipah itu anak buah Akew, terus saya sampaikan yang minta uang ke warga Ipah, yang menerima Ipah, ko saya yang di catut namanya, apakah Ipah punya bukti berupa rekaman, video atau dokumen lain, seperti bukti serah terima uang, baik not atau kwitansi malah di matiin handphone nya. ujar Akew
Lanjut Akew, kumpulan orang-orang yang ada di foto itu sebagian besar bukan KPM bansos melainkan sebagian besar kumpulan tim pemenangan bacalon
Jadi Kumpulan orang-orang (warga-red) yang ada difoto itu adalah bukan sebagian besar penerima manfaat bansos, namun sebagian besar tim pemenangan bakal calon (bacalon) Kepala desa (Kades) yang akan berkontestasi di Desa Panyaungan Jaya, Kecamatan Ciomas dan itu termasuk lawan politik saya, jadi ya saya hormati dan hargai saja cara mereka dalam bersaing
Akew berpesan, jika mau berkontastaai berbau politik, caranya yang sehat dan sampaikan visi misinya
Untuk hal ini saya tidak mau terlalu menanggapi, jika mau berkontestasi sekali lagi yang logis dan sehat saja bersaingnya, jangan menggunakan cara-cara yang berbau kebencian atau ketidak sukaan secara personal, lebih baik sampaikan visi misi ke warga desa Panyaungan Jaya. Tutupnya
REPORTER : RED







