Danramil Cikeusik Apresiasi Kiprah Rumah Yatim, Bangun Sumur Bor dan MCK untuk Santri Al Um

Pandeglang16 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, PANDEGLANG – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kemarau panjang kembali ditunjukkan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Rumah Yatim Ar-Rahman Indonesia. Pada Sabtu (31/10/2026), Rumah Yatim melaksanakan kegiatan pengeboran sumber air bersih sekaligus pembangunan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) di Pondok Pesantren Al Um, Kampung Pamatang Sempur, Desa Sukaseneng, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi para santri yang selama beberapa bulan terakhir menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang yang masih melanda wilayah Kecamatan Cikeusik.

Kondisi kekeringan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Mengeringnya sumber air membuat sebagian santri terpaksa kembali ke rumah masing-masing. Sementara itu, santri yang tinggal di sekitar pesantren harus menjalani aktivitas pulang pergi dari rumah demi memenuhi kebutuhan air dan keperluan sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim bersama Permata Bank Syariah dan Yayasan Amaliah Astra berkolaborasi merealisasikan program pengeboran air bersih dan pembangunan fasilitas MCK sebagai upaya menghadirkan solusi jangka panjang bagi kebutuhan air bersih di lingkungan pesantren.

Kegiatan tersebut dihadiri H. Roid Saputra selaku perwakilan Rumah Yatim, Kapten Inf Purgiarto selaku Danramil 0116/Cikeusik Kodim 0601/Pandeglang, serta Ustadz Rahmat selaku pengurus Pondok Pesantren Al Um.

Dalam keterangannya, Kapten Inf Purgiarto menyampaikan bahwa program pengeboran air bersih dan pembangunan MCK tersebut sangat tepat sasaran, mengingat hingga saat ini sejumlah wilayah di Kecamatan Cikeusik masih mengalami krisis air bersih.

“Menurut kami, program ini sangat besar manfaatnya, bukan hanya bagi para santri Pondok Pesantren Al Um, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar yang sampai sekarang masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau tahun 2026,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Rumah Yatim, Permata Bank Syariah, serta Yayasan Amaliah Astra yang telah berkolaborasi mewujudkan harapan para santri dan masyarakat untuk mendapatkan sumber air bersih yang layak.

Lebih lanjut, Danramil mengapresiasi kiprah Rumah Yatim yang selama ini turut hadir membantu masyarakat di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, bahkan di berbagai wilayah lainnya.

Menurutnya, kontribusi Rumah Yatim tidak hanya terbatas pada bantuan sosial, tetapi juga mencakup bidang kebencanaan, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur seperti jembatan dan jalan.

“Saya melihat Rumah Yatim merupakan lembaga yang senantiasa hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. Ini menjadi bukti bahwa amanah para donatur disalurkan melalui berbagai program nyata. Saya percaya Rumah Yatim merupakan lembaga yang amanah dan mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah maupun berbagai lembaga terpercaya,” tambahnya.

Sementara itu, H. Roid Saputra menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh donatur, relawan kebaikan, Permata Bank Syariah, dan Yayasan Amaliah Astra yang telah memberikan dukungan sehingga program penyediaan air bersih untuk Pondok Pesantren Al Um dapat direalisasikan.

Ia juga mengapresiasi dukungan Danramil 0116/Cikeusik beserta jajaran yang senantiasa hadir dan memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, relawan kebaikan, Permata Bank Syariah, dan Yayasan Amaliah Astra. Kami juga berterima kasih kepada Bapak Danramil Cikeusik yang terus memberikan dukungan. Kebersamaan dan kolaborasi seperti ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus hadir membantu masyarakat, khususnya di wilayah Banten Selatan dan umumnya di seluruh Indonesia,” tutur H. Roid.

Di tempat yang sama, Ustadz Rahmat selaku pengurus Pondok Pesantren Al Um menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang saya ik Rumah Yatim bersama lembaga-lembaga yang telah berkolaborasi.

Ia mengungkapkan bahwa kehadiran program pengeboran air bersih dan pembangunan MCK menjadi harapan besar bagi keberlangsungan aktivitas pendidikan dan kehidupan para santri di lingkungan pesantren.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim, seluruh lembaga yang telah berkolaborasi, serta Bapak Danramil Cikeusik yang telah hadir memberikan perhatian dan dukungan. Kehadiran beliau menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk terus mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui pendidikan pesantren,” ungkapnya.

Ustadz Rahmat juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh donatur dan dermawan yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu kebutuhan para santri.

“Semoga seluruh donatur dan dermawan yang telah bersedekah mendapatkan balasan kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, dilimpahkan keberkahan rezeki, serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tutupnya.

Program ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak mampu menghadirkan solusi nyata di tengah kesulitan masyarakat. Di tengah kemarau panjang yang masih berlangsung di Banten Selatan, kehadiran sumber air bersih bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga menjaga keberlangsungan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan para santri serta masyarakat sekitar.

 

Adi