Bungas Banten PANDEGLANG – Dua kecamatan di Kabupaten Pandeglang, yakni Kecamatan Picung dan Kecamatan Saketi, melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) Kesti TTKKDH tingkat kecamatan pada Senin malam, 16 Maret 2026.
Kegiatan tersebut yang di laksanakan di sekertariat cabang saketi kp mendot desa Wanagiri kecamatan saketi kabupaten pandeglang banten,dan di hadiri oleh dihadiri oleh ketua DPD kesti TTKKDH pandeglang Surya Wijaya S, oS,Sekertaris dan wakil Sekretaris Pudori, Indra Kurniawan,para ketua padepokan se-Kecamatan Picung dan Kecamatan Saketi, para kasepuhan, serta para sepuh RT setempat. Muscab ini menjadi agenda penting dalam menentukan kepengurusan organisasi sekaligus mempererat tali silaturahmi antaranggota.
Muscab secara resmi disahkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kebudayaan Seni Silat dan Tari, Tjimande Tarikolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH,) Surya Wijaya S, os.
Sementara itu, jalannya persidangan dipimpin oleh Sekertaris Pudori dan Wakil Sekretaris Kesti TTKKDH, Indra Kurniawan.
Dalam sambutannya, Surya Wijaya menyampaikan bahwa pelaksanaan Muscab merupakan agenda rutin organisasi yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kesti TTKKDH.
“Pelaksanaan Muscab ini merupakan kewajiban organisasi yang harus dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Alhamdulillah, sebagian besar cabang di wilayah Pandeglang sudah melaksanakan Muscab sesuai dengan aturan organisasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi pelaksanaan Muscab di kedua kecamatan yang berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekeluargaan.
Dari hasil Muscab tersebut, untuk Kecamatan Picung, Ade kembali terpilih sebagai ketua cabang secara aklamasi.
Sementara itu, untuk Kecamatan Saketi, Endik juga kembali dipercaya memimpin cabang melalui mekanisme aklamasi.
Dengan terpilihnya kembali para ketua cabang tersebut, diharapkan organisasi Kesti TTKKDH semakin solid dan terus berperan aktif dalam melestarikan seni budaya pencak silat serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
REPORTER; SS MUNANDAR (ABI)







