Yayasan Mengetuk Pintu Langit : Melaksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mushola Siaga Bencana di Desa Idaman

Pandeglang, Ragam195 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, PANDEGLANG – Bertempat di Kampung Tajur, Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang,Provinsi Banten ” dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan mushola siaga bencana.

Hadir dalam kesempatan tersebut, H. Deden Sunandar, S.Kom., MM., Ketua Yayasan Mengetuk Pintu Langit, Hilman Kepala Desa Idaman, Ustadzah Parida dari Rumah Quran Annur Pandeglang, Endang Relawan Budak Saung Pandeglang, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat sekitar.

” Deden Sunandar yang juga dipanggil akrab Abi Aden menyampaikan, “Alhamdulillah, kita patut bersyukur kepada Allah SWT, di mana kami hanyalah sebagai jembatan untuk merealisasikan harapan masyarakat Kampung Tajur, Desa Idaman, untuk mempunyai mushola.” Ungkapnya, Minggu (23/2/2025)

” Kami menyaksikan bahwa dalam setiap bencana banjir di kabupaten Pandeglang, Bahwa di Desa Idaman selalu terisolir. ” Sehingga kami dari Yayasan Mengetuk Pintu Langit merasa terpanggil untuk membantu masyarakat mempunyai mushola,” tambah Deden.

“Harapan kami, mushola ini bisa dimanfaatkan di kemudian hari, selain sebagai sarana ibadah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, juga bisa sebagai tempat evakuasi sementara bagi masyarakat dalam menghadapi banjir yang senantiasa melanda di Desa Idaman,” Ujar Deden.

Kepala Desa Idaman Hilman, menyampaikan, ” Selama 7 tahun penantian masyarakat Kampung Tajur Desa Idaman belum bisa terealisasi, dikarenakan masyarakat yang mata pencahariannya sebagian buruh tani, sehingga untuk membangun sarana ibadah banyak kendala mengingat ekonomi masyarakat di bawah.”

“Dengan hadirnya Yayasan Mengetuk Pintu Langit, masyarakat merasa bersyukur karena sebentar lagi harapan masyarakat untuk mempunyai mushola segera terealisasi,” Terang Hilman.

” Dengan demikian, peletakan batu pertama pembangunan mushola siaga bencana di Desa Idaman dapat membantu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat, serta memberikan manfaat sebagai tempat evakuasi sementara dalam menghadapi bencana banjir.

WARTAWAN : ERI PIATNA