Bungas Banten, BANTEN – Misteri penemuan jenazah di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu akhirnya terungkap dan menemui titik terang. Polda Banten resmi mengumumkan hasil identifikasi jenazah korban hilang kontak Kapal Arupadatu I yang selama ini dalam pencarian intensif Tim SAR Gabungan.
Pengumuman hasil identifikasi tersebut disampaikan secara resmi dalam kegiatan Press Release yang digelar pada hari Rabu, tanggal 23 September 2026, Pukul 13.45 WIB, bertempat di Gedung Press Conference Polda Banten, Kota Serang.
Kegiatan Press Release yang penuh haru tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, diantaranya Gubernur Banten Sdr. Andra Soni, S.M., M.AP, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, S.I.K., M.H, Kabid Propam Polda Banten Kombes Pol. Murwoto, S.H., S.I.K., M.H., serta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Banten Sdr. Amrad, S.Sos.
Dalam paparannya, Kapolda Banten menjelaskan kronologis lengkap penemuan jenazah tersebut.
Dijelaskan bahwa jenazah tersebut ditemukan pada hari kelima sejak operasi pencarian besar-besaran terhadap delapan orang korban di Kapal Arupadhatu 1 dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
Jenazah ditemukan terdampar di pesisir Pulau Enggano pada hari Sabtu, 12 September 2026 lalu. Hari itu bertepatan dengan hari kelima saat pencarian seluruh korban dilakukan. Saat pertama kali ditemukan oleh warga Pulau Enggano, kondisi jenazah sudah sulit dikenali dan tidak ada masyarakat setempat yang mengenali jenazah tersebut sebagai anggota keluarganya, sehingga warga langsung melaporkan kepada pihak berwajib.
Setelah ditemukan, jenazah langsung menjalani proses pemeriksaan dan identifikasi secara ilmiah dan mendalam untuk mengungkap identitas korban. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Banten antara lain melalui karakteristik gigi, sidik jari, dan metode identifikasi lainnya yang sangat akurat.
Setelah melalui proses pemeriksaan yang panjang dan teliti, Kapolda Banten akhirnya menyampaikan hasil Press Release yang ditunggu-tunggu oleh keluarga korban.
“Di sampaikan bahwa penemuan jenazah di Pulau Enggano pada Sabtu 12 September lalu telah berhasil diidentifikasi. Hasil identifikasi memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Sdr. Surakman, yang merupakan salah satu ABK Kapal Arupadatu I yang sebelumnya dinyatakan hilang kontak dalam pelaksanaan peliputan di sekitar perairan Anak Gunung Krakatau,” tegas Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki di hadapan awak media.
Dengan teridentifikasinya korban tersebut, Kapolda menambahkan bahwa selanjutnya akan dilakukan proses penanganan dan evakuasi jenazah sesuai prosedur yang berlaku, serta koordinasi intensif dengan pihak keluarga untuk proses pemulangan dan penyerahan jenazah agar bisa dimakamkan secara layak di kampung halamannya.
Gubernur Banten Andra Soni dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.
Dengan teridentifikasinya Sdr. Surakman, diharapkan dapat memberikan kepastian dan kejelasan bagi keluarga korban. Sementara itu, Polda Banten bersama Basarnas dan Tim SAR Gabungan berkomitmen untuk terus melanjutkan operasi pencarian terhadap korban lainnya yang masih dinyatakan hilang kontak hingga saat ini.
Demikian perkembangan hasil Press Release terkait Operasi SAR Kapal Arupadatu I di Enggano.
(Si)






