Cegah Tawuran terjadi, Polsek Angsana Panggil Pelajar dan Orang Tua untuk Dibina

Pandeglang74 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, PANDEGLANG – berawal dari adanya informasi akan adanya akasi tawuran antar pelajar, polsek angsana bereaksi cepat melakukan upaya pencegahan dengan mendatangi lokasi di kampung Kiara, desa Padaherang, kecamatan Angsana, kabupaten Pandeglang, Banten. pada hari rabu tanggal 29 juli 2026, dan berhasil menggagalkan rencana aksi tawuran, serta polsek angsana berhasil mengamankan beberapa siswa dan senjata tajam berupa celurit, golok dan samurai.

Selanjutnya pada hari kamis tanggal 30 juli 2026 bertempat di polsek angsana telah dilakukan pembinaan kepada para siswa, Kegiatan ini merupakan tindak lanjut serius dari pengamanan terhadap sejumlah pelajar yang diduga akan tawuran pada Rabu, 29 Juli 2026 sekitar pukul 16.00 WIB di Kampung Kiara, Desa Padaherang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang.

Example 1500x60
Example 1500x60

Kapolsek Angsana Iptu Akbar, S.H.memimpin langsung kegiatan tersebut. Turut hadir perwakilan dari SMPN 1, SMPN 2, MTsN 6 Pandeglang Cikesik, dan SMK Nurul Insani,

Hadir pula unsur penting lainnya seperti Forkopimcam, Satpol PP, Babinsa, Koorwil Disdikpora, hingga TKSK sebagai bentuk nyata sinergi lintas sektor.

Dalam arahannya yang tegas namun penuh kepedulian, Iptu Akbar menekankan pentingnya kebersamaan dalam mendidik generasi muda.

“Kita harus sinergi dalam mendidik anak kita. Ini sudah menjadi tanggung jawab orang tua dan wali. Jangan sampai masalah kecil di luar sekolah menjadi besar dan merugikan masa depan anak-anak kita hanya karena kurangnya pengawasan,” tegasnya.

Kapolsek juga menyampaikan 3 poin penting sebagai komitmen bersama:

1. Pengawasan bersama: Pengawasan anak merupakan tanggung jawab semua pihak, terutama orang tua agar lebih ditingkatkan. Mari kita jaga anak-anak kita mulai dari rumah.

2. Tindakan tegas: Kejadian ini diharapkan menjadi yang terakhir. Jika terulang, pihak sekolah tidak akan segan mengambil keputusan tegas bahkan akan diselesaikan secara hukum agar ada efek jera.

3. Komitmen orang tua: Para orang tua yang hadir menyadari perilaku anaknya salah dan dengan tulus siap menerima konsekuensi apa pun demi kebaikan bersama.

Para orang tua yang hadir menyatakan dukungan penuh. Sarjaya, salah satu wali murid, mengaku akan lebih ketat mengawasi anaknya.

“Saya akan membina anak saya sekuat tenaga dan akan menjaganya dengan sebaik-baiknya agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” ujarnya dengan nada menyesal.

Pihak sekolah juga berkomitmen memperketat pengawasan di dalam maupun di luar jam sekolah. Perwakilan SMPN 2, Karjana,S.Pd.I, menyoroti pentingnya peran lingkungan.

“Saya sangat kecewa dengan kejadian ini. Ketika anak-anak berkumpul di warung, kenapa tidak ada teguran dari pemilik warung? Ke depan kami dari sekolah akan lebih aktif melakukan pengawasan dan patroli, dan kami harap orang tua juga lebih mengontrol pergaulan anaknya,” Ucapnya

Turut hadir dalam acara tersebut:

Agun Gunawan,S.Pd dari SMPN 1

Saryani, S.Pd.I dari MTsN 6 Pandeglang Cikesik

Oman Somantri, Kepala SMK Nurul Insani

Encep Agus dari Satpol PP

Topan Sutopo,S.Sos, Sekmat Angsana

Rasman, Koorwil Disdikpora

Tata Subrata, Babinsa

Nanang, S.Sos, Korluh KB

Idris, TKSK

“Dengan adanya mediasi, pembinaan, dan komitmen bersama ini, diharapkan tidak ada lagi gesekan antar pelajar. Mari kita wujudkan Kecamatan Angsana yang aman, damai, dan kondusif demi masa depan anak-anak kita” tutup Kapolsek Angsana

REPORTER: HJ

Example 1500x60
Example 1500x60
Example 1500x60