Bungas Banten, PANDEGLANG – Memasuki hari ketujuh, operasi gabungan pencarian 8 korban hilang di Perairan Selat Sunda, kawasan Gunung Anak Krakatau, hingga Senin 14 September 2026 belum membuahkan hasil.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Banten. Gubernur Banten Andra Soni, S.M., M.AP bersama Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M meninjau langsung Posko SAR Gabungan yang berada di Marina Lippo Carita, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten.
Kunjungan kerja tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Rapat Evaluasi Operasi SAR Gabungan yang dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, Basarnas, Pemkab Pandeglang, Syahbandar, para jurnalis dan relawan.
Dalam rapat, Kepala Basarnas Banten Al Amrad memaparkan perkembangan operasi sejak hari pertama. Tim gabungan telah mengerahkan sejumlah kapal, drone, dan ratusan personel dari berbagai unsur untuk melakukan penyisiran di titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban.
Gubernur Banten Andra Soni dalam arahannya menyampaikan keprihatinan sekaligus keputusan penting.
“Kita semua sudah melakukan pencarian dari hari pertama sampai hari ketujuh dengan mengerahkan beberapa kapal dan ratusan personel gabungan. Namun sampai saat ini kita belum mendapatkan hasil atau belum menemukan korban,” ujar Gubernur.
“Namun sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, serta berdasarkan permohonan dari pihak keluarga korban, maka operasi pencarian ini kita perpanjang sesuai aturan selama 3 hari ke depan,” tegasnya.
Komitmen TNI-Polri: Siap Sampai Korban Ditemukan
Danrem 064/MY Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto menegaskan seluruh unsur TNI siap mendukung penuh operasi ini.
“Kita semua siap membantu sampai semua korban hilang ditemukan. Namun apabila pencarian diperpanjang, tim harus menyisir lokasi-lokasi yang kemungkinan besar menjadi keberadaan objek yang dicari. Intinya kita siap, baik personel maupun material,” katanya.
Hal senada disampaikan Danlanal Banten Letkol Laut Wawan.
“Unsur TNI AL baik personel maupun material siap terus membantu untuk mencari korban hingga ketemu,” ujarnya.
Dir Polairud Polda Banten Kombes Pol Eko yang mewakili Kapolda Banten juga menyatakan kesiapan yang sama.
“Polairud Polda Banten siap terus membantu baik personel maupun material untuk terus mencari sampai menemukan korban,” tegasnya.
Sementara itu Dir Humas Polda Banten Kombes Pol Hutapea menyampaikan hasil identifikasi barang bukti.
“Berkaitan dengan seluruh barang yang ditemukan pada saat pelaksanaan pencarian, hasil dari klarifikasi dan identifikasi bahwa barang tersebut seluruhnya tidak ada kaitannya dengan kepemilikan korban,” jelasnya.
Strategi Baru: Fokus Penyisiran Titik Potensi
Dengan adanya perpanjangan waktu 3 hari, Tim SAR Gabungan akan mengevaluasi ulang strategi operasi. Fokus utama adalah menyisir area-area yang memiliki potensi besar berdasarkan analisa arus, cuaca, dan data terakhir di lapangan.
Bupati Pandeglang Hj. Raden Dewi Setiani, S.Sos., M.A, Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Fajar Aulia Futra, dan seluruh OPD terkait juga menyatakan siap bersinergi penuh mendukung kelancaran operasi.
Rapat evaluasi ditutup pukul 18.05 WIB. Pemerintah Provinsi Banten bersama TNI, Polri, Basarnas, dan seluruh elemen berkomitmen untuk tidak berhenti sebelum seluruh korban dapat ditemukan dan diserahkan kepada keluarga.
REPORTER:SI






