Bungas Banten, BANTEN – Ketua Pergerakan Pemuda Peduli Banten (P3B), Arip Wahyudin alias Ekek, meminta pihak penegak hukum segera melakukan pemeriksaan intensif terkait dugaan korupsi proyek revitalisasi sekolah di Banten tahun 2025.
“Saya dalam waktu dekat ini akan menyerahkan bukti-bukti hasil temuan di lapangan, termasuk adanya oknum yang berinisial A menjual nama pejabat untuk mengkondisikan setoran 10-20% ke sekolah-sekolah,” kata Arip kepada awak media, Jumat (6/3/2026).
Temuan awal menunjukkan indikasi mark up anggaran, pungli 10-20%, dan kekurangan volume pekerjaan, yang melibatkan oknum dinas, kepala sekolah, dan kontraktor. Proyek revitalisasi tahun 2025 mencakup ratusan sekolah (PAUD-SMK) dengan anggaran Rp 380 miliar, sebagai bagian dari program quick win pemerintah.
Modus dugaan tindak pidana korupsi meliputi mark up anggaran, pungli 10-20%, dan ketidaksesuaian hasil dengan RAB. Arip meminta APH segera menyelidiki keterlibatan oknum pejabat Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan pihak kontraktor/yayasan.
Proyek ini berjalan pada tahun ajaran 2025-2026, dengan target penyelesaian bertahap hingga Januari 2026. Tandas Arip
REPORTER:SS MUNANDAR







