Bungas Banten, SERANG – Founder Lokataru Foundation Hariz Azhar ” menyoroti kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Serang Provinsi Banten, selama tahapan Pilkada berlangsung. Hariz menilai Bawaslu hanya diam ditengah maraknya dugaan pelanggaran terjadi.
“Kaya yah hebatan saya dengan Bawaslu Kabupaten Serang, kaya yah gak ngapa-ngapain, cuman kita kan gak punya kewenangan,” kata Hariz Azhar dalam konferensi pers di Kota Serang, Jum’at (22/11/2024).
” Sebab Lokataru menemukan sebanyak 16 dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan Pilkada di Banten. ” Temuan tersebut meliputi dugaan pelanggaran di Pilgub Banten dan Pilbup Kabupaten Serang.
Ke 16 dugaan pelanggaran pidana Pemilu serta pelanggaran hukum lain. Adapun jenis pelanggaran tersebut mulai dari penyalahgunaan kewenangan, penggunaan fasilitas negara untuk memobilisasi kepala desa dan perangkat desa
lainnya.
” Termasuk pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), penyelewengan penggunaan instrumen hukum, serta praktik politik uang.
“Aneh saja dengan situasi yang gamblang ini ko Bawaslu ya diam saja,”tegas Hariz.
Aktivis Hak Asasi Manusia itu menduga lembaga pengawas sudah terkondisi keberpihakannya kepada kandidat yang terkoneksi dengan penguasa. Hal itu sudah terbukti saat penyelenggaraan Pemilu pada Februari 2024 kemarin.
“Saya curiga ketidakprofesionalan dan praktik berpihak dari lembaga pengawas berlanjut ke suasana Pilkada,”
Hariz menegaskan, selain melakukan pemantauan dugaan pelanggaran, Lokataru juga melakukan pemantauan kepada penyelenggara yang tidak netral.
“Itu juga bagian dari pemantauan,”imbuhnya.
Hariz menyatakan, dugaan pelanggaran yang paling gamlang itu dilakukan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto. Sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto, Yandri rutin melakukan kunjungan ke Kabupaten Serang.
Dari fakta yang ditemukan Lokataru, dalam kunjungan tersebut kerap mengumpulkan para kepala desa yang diduga bagian dari pencalonan istrinya Ratu Zakiyah yang maju di Pilbup Kabupaten Serang.
“Tapi dari fakta-fakta yang kami Kumpulkan dan kami dapat, Yandri ini datang selalu ngumpulin aparatur desa, agendanya apa dan di setiap pengumpulan-pengumpulan itu ada materi-materi yang kaitannya dengan pencalonan salah satu pihak dalam proses Pilkada yaitu istrinya,”tegas Hariz.
Namun dalam beberapa kesempatan, Yandri membantah jika kunjungannya ke Kabupaten Serang tidak ada kaitan dengan Pilkada. Bahkan sebelum ke Kabupaten Serang, ia sudah ke daerah lainnya.
“Oh iya semua daerah Pilkada, kemarin saya ke Blitar, ke Purwokerto, ke Karawang, besok di Bandung Barat. Apa itu saya punya calon, semua kan enggak,” ucapnya kepada awak media.
Diketahui, istri Yandri, yakni Ratu Zakiyah yang berpasangan dengan Najib Hamas menjadi pasangan calon di Pilkada Kabupaten Serang.
Pasangan nomor dua ini diusung oleh koalisi PAN, PKS, Gerindra, NasDem, PBB, Perindo, PSI dan Garuda. Sedangkan rivalnya, pasangan nomor urut satu Andika Hazrumy-Nanang Supriatna, diusung koalisi Partai Golkar, PDIP, Demokrat, PKB, PPP dan PKN.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini enggan kunjungannya selalu dikaitkan dengan Pilkada yang sedang berjalan. Dia mengatakan, kunjungannya tidak hanya ke Kabupaten Serang. Ia menyebut beberapa daerah lain seperti Tangerang dan Bandung Barat.
REPORTER : K6/RED







