Serap Aspirasi DPR RI Komisi X, Bonnie Triyana Dorong Penguatan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru di Lebak-Pandeglang

Banten19 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, BANTEN – Anggota DPR RI Komisi X, Binnie Triyana, melaksanakan kegiatan serap aspirasi di wilayah daerah pemilihan Banten I meliputi Kabupaten Lebak dan Pandeglang, Kamis 7 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam menyerap berbagai persoalan mendasar dunia pendidikan yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di dua kabupaten tersebut.

Dalam forum dialog bersama masyarakat, tenaga pendidik, dan tokoh pendidikan, berbagai aspirasi mengemuka, terutama terkait kesejahteraan guru, tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS), hingga kebutuhan pembangunan ruang kelas baru dan rehabilitasi sekolah di bawah naungan Kemendikdasmen.

Example 1500x60
Example 1500x60

Ketua Koordinator Tim Binnie Triyana Kabupaten Lebak dan Pandeglang, H. Coosmas, menegaskan bahwa sektor pendidikan harus menjadi instrumen utama dalam membangun peradaban masyarakat sekaligus memutus mata rantai kemiskinan struktural.

Menurutnya, program-program pendidikan seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) harus terus diperkuat agar mampu menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

“Kami berharap melalui penguatan program PIP dan KIP, angka ATS di Lebak dan Pandeglang dapat ditekan secara signifikan. Bahkan pasca pendidikan menengah, masyarakat di dapil ini diharapkan mampu melanjutkan pendidikan hingga Strata 1 melalui program KIP,” ujar H. Coosmas.

Ia menilai bahwa dunia pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, perubahan pola pikir masyarakat, khususnya para orang tua, menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak mereka.

“Harapannya para orang tua mampu merubah mindset bahwa pendidikan itu penting. Hari ini pemerintah telah menghadirkan berbagai bantuan dan beasiswa pendidikan, sehingga tidak ada lagi alasan anak-anak untuk tidak sekolah atau tidak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” tambahnya.

Di sisi lain, persoalan kesejahteraan guru turut menjadi sorotan utama dalam kegiatan serap aspirasi tersebut. Para tenaga pendidik berharap sektor pendidikan tidak kembali menjadi sasaran efisiensi anggaran di tengah ancaman fiskal nasional tahun 2026.

Menurut peserta forum, guru merupakan fondasi utama dalam menciptakan kualitas pendidikan nasional, sehingga kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas dalam kebijakan negara.

Dalam kesempatan itu, Binnie Triyana memastikan bahwa seluruh program bantuan pendidikan seperti PIP dan KIP harus tepat sasaran serta diterima utuh oleh masyarakat tanpa adanya potongan dalam bentuk apa pun.

“Setiap program pemerintah berasal dari uang rakyat, dari masyarakat yang membayar pajak kemudian dikonversi menjadi program bantuan. Karena itu, bantuan pendidikan wajib diterima masyarakat tanpa potongan satu rupiah pun,” tegasnya.

Selain persoalan bantuan pendidikan dan kesejahteraan guru, kebutuhan pembangunan ruang kelas baru serta rehabilitasi sekolah negeri maupun swasta di bawah Kemendikdasmen juga menjadi pekerjaan rumah besar yang memerlukan perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah.

Melalui kegiatan serap aspirasi tersebut, Komisi X DPR RI diharapkan mampu terus mengawal kebijakan pendidikan nasional agar lebih berpihak kepada masyarakat, memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas sekolah, serta menciptakan generasi muda Lebak dan Pandeglang yang unggul, berdaya saing, dan berpendidikan tinggi.

REPORTER:SS MUNANDAR (ABI)

Example 1500x60
Example 1500x60
Example 1500x60