Pembangunan Jalan Poros Desa Wanasalam Diduga Asjad : Ketua Ormas BBP Soroti Pembangunan Tersebut 

Lebak, Ragam, Utama449 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, LEBAK – Pembangunan jalan poros desa yang menghubungkan Kampung Wanasalam Karet hingga Kampung Budi Mulya, Desa Wanasalam, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak,Provinsi Banten ” Saat ini menuai sorotan tajam.

” Belum genap satu bulan sejak pengerjaan dimulai, kondisi jalan sudah mulai mengelupas.” Hal ini memunculkan dugaan bahwa proyek tersebut dikerjakan Asal jadi ( Asjad) dan tidak sesuai spesifikasi teknis.

Example 1500x60
Example 1500x60

Tim investigasi dari media Bungas Banten pada hari Jum’at ( 11 April 2025)  ” menindaklanjuti laporan warga yang enggan disebutkan namanya dan menemukan kondisi aspal yang tipis dan mudah terkelupas.” Berdasarkan penelusuran dari titik awal di Kampung Wanasalam Karet hingga Kampung Budi Mulya.

” Berdasarkan informasi dari papan proyek, jalan tersebut dibangun sepanjang 1.400 meter dengan lebar 3 meter dan anggaran biaya Rp 368.871.550.- yang dikelola oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Wanasalam, Sumber Dana : APBDes tahun anggaran 2025, Jenis Pengadaan Swakelola : Pola Padat Karya ” Jelasnya

Maka hal tersebut Ketua Badak Banten Perjuangan DPAC Wanasalam, Nurjaya Kusuma ” mengkritisi keras pelaksanaan proyek tersebut.

“ Pekerjaan ini sepertinya asal-asalan dan tidak sesuai RAB. ” Diduga hanya dilakukan satu kali pengeleman dan HOK-nya diborongkan.”  Saat saya tinjau langsung ke lokasi, aspalnya sudah mengelupas.”  Saya sangat menyayangkan pengerjaan proyek ini karena dampaknya bisa besar bagi masyarakat,” Ungkapnya.

Ia juga menegaskan agar pengerjaan jalan diperbaiki sesuai dengan RAB yang berlaku.

“ Kami meminta agar proyek ini diperbaiki sesuai dengan perencanaan, dan kami berharap Inspektorat Kabupaten Lebak ” segera melakukan audit terhadap pelaksanaan proyek, khususnya di wilayah Kampung Budi Mulya Barat, Timur, dan Tengah, karena ada indikasi kuat terjadi penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025,” Tegas Nurjaya.

” Selain kualitas aspal yang dipertanyakan, proyek ini juga belum dilengkapi dengan drainase di sepanjang jalan. Padahal, keberadaan drainase sangat penting untuk menghindari pengikisan badan jalan akibat aliran air, yang bisa mempercepat kerusakan.

Proyek pembangunan jalan poros desa seharusnya menjadi solusi atas kebutuhan infrastruktur warga.”  Namun jika pengerjaannya tidak sesuai standar, manfaatnya pun akan menjadi sia-sia bahkan menimbulkan kerugian negara ” Tutur Ketua Badak Banten Perjuangan DPAC Wanasalam Nurjaya Kusuma

Saat awak media Bungas Banten ” mengkonfirmasi ke Anggota TPK desa Wanasalam Melalui pesan WhatsApp tidak di ada di respon” sampai berita ini di publikasian

REPORTER : HEDI SOFYAN 

Example 1500x60
Example 1500x60
Example 1500x60