Proyek Jembatan Gantung Cigoong Utara Jadi Sorotan, Pemasangan Bronjong Diduga Asal-Asalan

Lebak17 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, LEBAK – Pekerjaan pembangunan Jembatan Gantung Cigoong Utara di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, mulai menuai sorotan. Hasil pantauan media di lokasi menemukan sejumlah kejanggalan pada pekerjaan bronjong yang diduga dikerjakan tidak sesuai standar teknis.

Temuan paling mencolok terlihat pada material batu dan pola pemasangan bronjong. Batu yang digunakan tampak memiliki ukuran yang berbeda-beda, sementara susunannya terlihat tidak rapi dan tidak seragam. Lebar bronjong pada beberapa bagian juga terlihat berbeda, sehingga memunculkan pertanyaan serius terkait kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak.

Example 1500x60
Example 1500x60

Sementara itu, salah seorang pekerja yang ditemui wartawan di lokasi mengakui bahwa kualitas material batu yang digunakan dinilai kurang maksimal. Menurut pekerja tersebut, pihaknya bahkan telah meminta agar material batu yang dikirim memiliki kualitas seperti batu yang digunakan pada tahap awal pekerjaan.Sabtu (15/8/2026)

“Kami sudah meminta yang bagus seperti batu yang awal, tapi tetap saja yang dikirim batu seperti ini. Ya mau bagaimana lagi, kami cuma pekerja. Bagaimana bos saja,” ujar pekerja tersebut saat diwawancarai wartawan.

Pernyataan pekerja tersebut semakin menambah pertanyaan mengenai proses pengadaan, penerimaan, pemeriksaan, dan pengawasan material yang digunakan dalam pekerjaan bronjong tersebut. Namun, pengakuan tersebut tetap perlu dikonfirmasi kepada pihak pelaksana maupun konsultan pengawas dan dibuktikan melalui pemeriksaan teknis.

Kondisi tersebut tidak semestinya dianggap sebagai persoalan sepele. Bronjong merupakan bagian penting dalam pekerjaan konstruksi karena berfungsi sebagai pengaman dan pengendali terhadap erosi serta gerusan tanah. Apabila material maupun pemasangannya tidak memenuhi standar, fungsi perlindungan konstruksi berpotensi menjadi tidak optimal.

Lebih jauh, proyek ini bukan pekerjaan bernilai kecil. Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, Paket Pembangunan Jembatan Gantung Cigoong Utara memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.635.236.000 dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender, terhitung 20 April hingga 16 Oktober 2026.

Proyek tersebut berada di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten, dengan pelaksana PT Wealthy International dan konsultan pengawas PT Multi Beta Consulting Engineer, KSO.

Dengan nilai anggaran miliaran rupiah, kualitas pekerjaan tentu tidak cukup hanya dilihat dari progres fisik atau berdirinya konstruksi. Setiap material dan metode pekerjaan semestinya mengacu pada spesifikasi teknis serta standar mutu yang telah ditetapkan.

Pertanyaannya, apakah batu yang digunakan pada pekerjaan bronjong tersebut benar-benar memenuhi spesifikasi? Apakah ukuran kawat, dimensi bronjong, ukuran batu, kepadatan susunan, serta metode pemasangannya telah diperiksa dan dinyatakan sesuai oleh konsultan pengawas?

Temuan visual di lapangan, ditambah keterangan salah seorang pekerja, menunjukkan adanya persoalan yang patut diperiksa lebih lanjut. Terlebih, pekerja mengaku telah menyampaikan permintaan agar material yang digunakan memiliki kualitas lebih baik, namun material yang datang disebut tetap memiliki kondisi seperti yang terlihat di lapangan.

Jika hasil pemeriksaan teknis nantinya membuktikan adanya ketidaksesuaian dengan spesifikasi kontrak, pihak terkait tentu perlu mengambil langkah korektif. Jangan sampai pekerjaan yang dibiayai menggunakan uang negara hanya mengejar penyelesaian fisik, sementara kualitas dan ketahanan konstruksinya justru dipertaruhkan.

Publik juga berhak mengetahui bagaimana fungsi pengawasan dijalankan. Sebab, konsultan pengawas tidak hanya hadir secara administratif, tetapi memiliki tanggung jawab memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, mutu material, dan ketentuan kontrak.

Jangan sampai proyek miliaran rupiah selesai di atas kertas, tetapi menyisakan persoalan kualitas di lapangan.

Media masih berupaya meminta klarifikasi kepada PT Wealthy International selaku pelaksana, PT Multi Beta Consulting Engineer, KSO selaku konsultan pengawas, serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten mengenai temuan tersebut, termasuk terkait standar material batu, proses pemeriksaan material, dan pengawasan pekerjaan bronjong.

Berita ini merupakan laporan awal berdasarkan hasil pantauan visual di lapangan dan keterangan narasumber. Dugaan ketidaksesuaian material dan pekerjaan bronjong perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis serta pencocokan dengan dokumen spesifikasi proyek. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang berkepentingan.

Redaksi akan terus mengikuti perkembangan pekerjaan tersebut dan melakukan penelusuran terhadap spesifikasi teknis, mutu material, serta proses pengawasannya.

REPORTER: INDRA SASMITA

Example 1500x60
Example 1500x60
Example 1500x60