SPPG Sangiang 1 Maja Tegaskan Komitmen Penuhi Standar BGN, Kualitas Pelayanan Terus Ditingkatkan

Lebak330 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, LEBAK – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sangiang 1 Maja, Yayasan Mitra Wahid Kebumen, yang berlokasi di Desa Sangiang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala SPPG Sangiang 1 Maja, Alqadri, mengatakan penyelenggaraan MBG tidak semata-mata berorientasi pada pemenuhan jumlah porsi, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, kandungan gizi, kebersihan, keamanan pangan, serta kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Example 1500x60
Example 1500x60

“Kami berkomitmen menyajikan menu makanan yang sehat dan bergizi sesuai aturan dan protap BGN. Setiap menu juga selalu berada dalam pengawasan kepala dapur dan ahli gizi,” ujar Alqadri saat ditemui wartawan di ruang kerjanya. Selasa (11Agustus 2026)

Menurut Alqadri, SPPG Sangiang 1 Maja saat ini mendistribusikan sebanyak 2.484 porsi untuk anak sekolah dan 447 porsi bagi KPM B3 di wilayah Kecamatan Maja.

Untuk memastikan kebutuhan gizi tetap terpenuhi sekaligus menjaga keberagaman menu, makanan yang disajikan dibuat bervariasi setiap hari dengan tetap memperhatikan standar yang berlaku.

Untuk menu hari ini, penerima manfaat mendapatkan nasi, karaage ayam asam manis, mixed vegetable, edamame atau kacang merah, serta buah anggur hijau.

“SPPG Sangiang 1 Maja selalu menyajikan menu yang berbeda setiap hari. Kami juga tidak mengurangi kualitas maupun porsi makanan, baik untuk penerima porsi besar maupun porsi kecil,” jelasnya.

Rekrut 48 Relawan, Prioritaskan Masyarakat Sekitar

Selain menjalankan fungsi pelayanan pemenuhan gizi, keberadaan SPPG Sangiang 1 Maja juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi.

Alqadri menyampaikan, SPPG Sangiang 1 Maja saat ini melibatkan 48 orang relawan dalam mendukung operasional pelayanan MBG. Menariknya, hampir 80 persen relawan tersebut berasal dari masyarakat sekitar.

Menurutnya, pelibatan masyarakat lokal menjadi bagian dari komitmen agar keberadaan program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di lingkungan sekitar SPPG.

“Kami merekrut sebanyak 48 relawan dan hampir 85 persen berasal dari masyarakat sekitar. Tentunya ini sangat membantu perekonomian keluarga mereka, karena mereka mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan memperoleh penghasilan dari kegiatan operasional SPPG,” ungkap Alqadri.

Ia berharap keberadaan SPPG dapat terus memberikan multiplier effect bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.

Alqadri juga menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang bagi penerima manfaat maupun pihak terkait untuk menyampaikan kritik, saran, maupun masukan mengenai menu dan pelayanan yang diberikan.

“Kalau ada request atau masukan terkait menu, silakan disampaikan. Kami selalu terbuka. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelayanan MBG ke depan semakin baik,” katanya.

Sarana dan Fasilitas Menjadi Bagian dari Evaluasi Berkelanjutan

Sementara itu, PIC SPPG Sangiang 1 Maja,Nani Siti Mulyani menegaskan bahwa pembenahan sarana dan fasilitas menjadi salah satu perhatian utama yayasan dalam menjaga kualitas penyelenggaraan program MBG.

Menurut Nani, secara berkelanjutan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sarana maupun fasilitas SPPG, termasuk menindaklanjuti berbagai catatan yang disampaikan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) oleh koordinator kecamatan (Korcam) maupun koordinator wilayah (Korwil).

“Untuk sarana, kita selalu melakukan perbaikan dan pembenahan. Masukan-masukan dari hasil monitoring dan evaluasi Korcam maupun Korwil terkait sarana selalu kami tindak lanjuti dan perbaiki,” ujar Nani.

Ia menegaskan, selalu terbuka terhadap setiap masukan yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG, baik menyangkut sarana, fasilitas, kualitas pelayanan maupun aspek lainnya.

Bagi Nani, proses monitoring dan evaluasi bukan sekadar bentuk pengawasan, melainkan menjadi instrumen penting untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

“Setiap masukan menjadi bahan evaluasi bagi kami. Prinsipnya, apa yang masih perlu diperbaiki akan terus kami benahi agar pelayanan kepada penerima manfaat semakin baik,” tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya SPPG Sangiang 1 Maja untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan optimal, mulai dari kualitas menu, pengawasan ahli gizi, kebersihan, pelayanan, hingga kesiapan sarana dan fasilitas.

Di sisi lain, penyerapan tenaga relawan dari masyarakat sekitar menunjukkan bahwa keberadaan SPPG juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi lingkungan setempat.

Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, keterbukaan terhadap masukan, serta pelibatan masyarakat lokal, SPPG Sangiang 1 Maja berharap program MBG di Kecamatan Maja tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

REPORTER:INDRA SASMITA

Example 1500x60
Example 1500x60
Example 1500x60