Bungas Banten, LEBAK – Warga kampung Duraen, desa Muara, kecamatan Wanasalam, kabupaten Lebak, provinsi Banten, melaksanakan gotongroyong untuk mengalirkan air yang merendam pemukiman mereka sekitar 20 rumah warga terendam banjir akibat buruknya sistem drainase di jalan raya Nasional yang menghubungkan dari Wanasalam – Binuangeun ” Jelasnya.

Diketahui bahwa di sepanjang jalur tersebut yang memiliki panjang kurang lebih 10 KM, hanya terdapat dua gorong-gorong, yang menyebabkan air tidak dapat mengalir dengan lancar. ” Ungkap tokoh masyarakat setempat insial DS pada Bungas Banten, Minggu (9/2/2025)
Selanjutnya DS menjelaskan bahwa setelah memeriksa kondisi saluran drainase, ditemukan bahwa air tidak mengalir ke gorong-gorong, melainkan mengalir ke pemukiman warga.” Hal ini membuat warga terpaksa membobol saluran drainase untuk mengalirkan air melalui tanah kebun mereka. ” Tuturnya
” Dihubungi pengawas PUPR Endang belum lama ini, untuk menindaklanjuti masalah tersebut.” Bahwa warga mengajukan permohonan untuk membobol drainase, namun permintaan tersebut tidak disetujui oleh pihak PUPR dengan alasan jarak yang terlalu jauh.
Maka warga juga memohon kepada Bapak Endang ” untuk meninjau langsung lokasi, namun hingga saat ini beliau belum bisa datang ke lokasi karena mungkin banyak kesibukan dengan aktivitasnya.
“Warga sangat berharap agar PUPR segera meninjau kondisi drainase yang tidak berfungsi dengan baik, dan segera membangun gorong-gorong tambahan, sebagai solusi untuk mengalirkan air, terutama saat hujan deras seperti yang pernah terjadi kemarin
” Untuk sementara, warga bersama-sama membuat saluran air sementara dengan menggunakan alat berat Backhoe Loader ( Beko) yang dibantu oleh perusahaan tambak udang PT. Joncin. ” Selain itu, dukungan juga datang dari anggota DPRD Kabupaten Lebak, Hj. Dedeh, serta Danramil dan Kapolsek Wanasalam.
Alhamdulillah, berkat kerja sama ini, kondisi air kini sudah surut, dan pemukiman kembali aman, Ujar DS tokoh Masyarakat setempat.
REPORTER : DANA SETIAWAN







