Bungas Banten, SERANG – Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, dari 1.238 desa yang ada di Banten, baru 897 Pemerintah desa (Pemdes) atau 72,46 persen yang mencairkan Bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Banten.
” Pada APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran (TA) 2024 ini, Pemprov Banten menggelontorkan Bankeu sebesar Rp 100 juta per desa.” Kepala BPKAD Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengatakan, masih ada ratusan Pemdes yang belum mencairkan Bankeu dari Pemprov Banten tersebut.
“Dari total anggaran Rp 123,8 miliar, yang sudah disalurkan Rp 89,7 miliar,” Ujar Rina Dewiyanti ” Kamis (19 September 2024 ) lalu pada wartawan
” Ia memaparkan, ada 341 Pemdes yang belum mencairkan Bankeu dengan total anggaran Rp 34,1 miliar. ” Sejak April lalu, ribuan Pemdes di Banten sudah bisa mengajukan proposal Bankeu.
Namun, fresh money ” itu tidak serta merta diberikan begitu saja. ” Akan tetapi harus melalui tahapan dan proses serta verifikasi berdasarkan usulan dari desa melalui pengajuan proposal kegiatan yang sesuai dengan perencanaan pembangunan desa yang sudah ditetapkan melalui Musyawarah desa
” Sementara itu, dalam Rancangan Perda Provinsi Banten tentang APBD TA 2025, Pemprov kembali berencana membantu desa melalui Bankeu sebesar Rp 100 juta per desa. ” Dalam nota keuangan APBD Provinsi Banten TA 2025 yang disampaikan Pj Gubernur Banten Al Muktabar kepada DPRD Provinsi Banten, tercantum Belanja Bantuan Keuangan senilai Rp 123,8 miliar pada pos Belanja Transfer.
” Rina mengungkapkan, besaran Bankeu untuk Pemdes tahun depan sama dengan tahun ini yakni Rp 100 juta per desa. ” Dana segar itu yang di berikan kepada 1.238 desa yang ada di Banten itu sebagai bentuk perhatian Pemprov terhadap pembangunan di desa.” Sebab, desa disebut sebagai ujung tombak dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
REPORTER : RED







