Jembatan Gantung Cigoong Utara Rp4,6 Miliar Disorot, Megah Dibangun tapi Akses Belum Terhubung

Lebak45 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, LEBAK – Pembangunan Jembatan Gantung yang menghubungkan Desa Cigoong Utara dan Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, menuai sorotan masyarakat. Proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp4,6 miliar tersebut dipertanyakan karena konektivitas dari ujung jembatan menuju jalan poros desa dinilai belum tersedia secara langsung.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Paket Pembangunan Jembatan Gantung Cigoong Utara dengan nilai kontrak Rp4.635.236.000. Proyek berada di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender, terhitung sejak 20 April hingga 16 Oktober 2026. Pelaksana pekerjaan tercantum PT Wealthy International.

Example 1500x60
Example 1500x60

Pantauan di lokasi serta keterangan warga pada Kamis (20/8/2026) menunjukkan, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah posisi ujung jembatan yang dinilai belum terkoneksi langsung dengan jaringan jalan poros desa.

“Jembatan ini kalau dilihat memang sudah dibangun, tetapi aksesnya belum jelas. Ujungnya mentok ke sawah. Memang ada jalan poros desa, tetapi jaraknya cukup jauh, kurang lebih sekitar 500 meter,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Warga juga mengaku belum memperoleh sosialisasi yang dinilai memadai mengenai rencana penyediaan akses jalan, termasuk status maupun penggunaan lahan yang berpotensi menjadi jalur penghubung.

“Seharusnya sebelum jembatan dibangun, akses jalan penghubungnya sudah disiapkan. Jangan sampai jembatannya selesai, tetapi masyarakat justru kesulitan mengaksesnya,” ujarnya.

Menurut warga, pembangunan infrastruktur semestinya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian konstruksi fisik. Ketersediaan akses menuju jembatan dinilai menjadi bagian penting agar manfaat pembangunan benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

“Anggarannya sampai Rp4,6 miliar. Tentunya kami berharap pembangunan ini benar-benar bermanfaat dan bukan sekadar berdiri sebagai bangunan,” tambahnya.

Aktivis Soroti Perencanaan dan Konektivitas

Sorotan serupa disampaikan aktivis Lebak*

Ruswa Ilahi. Ia meminta pemerintah dan pihak terkait membuka informasi mengenai perencanaan pembangunan, khususnya terkait konektivitas jembatan dengan jaringan jalan di kedua sisi.

“Pemerintah harus menjelaskan apakah pembangunan jembatan gantung Cigoong Utara–Sumurbandung ini sejak awal sudah direncanakan sebagai satu kesatuan dengan akses jalannya. Jangan sampai konstruksi jembatan selesai, tetapi akses masyarakat justru belum tersedia,” tegas Ruswa.

Menurutnya, konektivitas merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan infrastruktur. Infrastruktur yang berdiri tanpa dukungan akses yang memadai berpotensi membuat manfaat pembangunan tidak optimal.

Ruswa juga mempertanyakan aspek teknis pembangunan berdasarkan kondisi geografis di sekitar lokasi. Ia menyebut bentang sungai di titik pembangunan berdasarkan pengamatannya relatif pendek, sekitar 12 meter.

Karena itu, ia meminta pihak berwenang menjelaskan dasar kajian teknis, desain konstruksi, spesifikasi pekerjaan, serta komponen perhitungan anggaran proyek.

“Kalau bentang sungainya sekitar 12 meter, kemudian nilai pembangunannya mencapai Rp4,6 miliar, tentu publik berhak mengetahui bagaimana kajian teknis dan perhitungan anggarannya. Ini bukan berarti menuduh adanya penyimpangan, tetapi transparansi diperlukan agar tidak menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, kritik tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran negara dan bukan dimaksudkan untuk menghambat pembangunan.

“Pertanyaan sederhananya, apakah jembatan tersebut sudah direncanakan sebagai satu kesatuan dengan akses jalannya? Kalau belum, pemerintah harus menjelaskan bagaimana masyarakat nantinya dapat memanfaatkan jembatan tersebut secara maksimal,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, persoalan mengenai rencana akses jalan penghubung, status lahan yang akan digunakan, serta dasar perhitungan anggaran pembangunan masih menjadi pertanyaan publik yang menunggu penjelasan dari pihak terkait.

Media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten, PT Wealthy International, pemerintah desa, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan konektivitas pembangunan jembatan tersebut.

REPORTER: TIM /INDRA

Example 1500x60
Example 1500x60
Example 1500x60