Ketua PD PII Kota Serang : Sebut Dugaan Kongkalingkong Antara Inspektorat dengan DPMD Soal Website Desa 

Serang Raya, Utama132 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, SERANG – Ketua Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kota Serang Fitra Rizki Ramdhan, menyebutkan ada dugaan kongkalikong antara Inspektorat dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang dan perusahaan vendor dalam kasus dugaan korupsi pengadaan website desa.

Ia menuding Inspektorat Kabupaten Serang tidak transparan dalam menangani kasus ini, meskipun penyelidikan telah dilakukan sejak tahun 2022 hingga tahun 2023.

” Padahal Inspektorat sudah menyelidiki program ini sejak tahun 2022-2023, akan tetapi hingga kini belum ada hasilnya.”  Kami menduga ada kongkalikong antara Inspektorat Kabupaten Serang dengan pihak terkait untuk menutupi kasus ini,” Tegas Fitra, Rabu (19/2/2025).

” Fitra menjelaskan bahwa setiap desa di Kabupaten Serang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 37 juta pada tahun 2022 untuk program internet desa.

“Kemudian, pada tahun 2023 dan tahun 2024, anggaran tambahan sebesar Rp 55 juta ” kembali dikeluarkan untuk program yang sama.” Dengan demikian, total anggaran yang telah dikucurkan mencapai Rp 92 juta per desa selama dua tahun,” Paparnya.

” Namun, meskipun dana telah dikeluarkan, program ini dinilai tidak berjalan optimal dan tidak memberikan manfa’at nyata bagi masyarakat desa.

“Kami PII Kota Serang menemukan surat rekomendasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Serang kepada PT Wahana Semesta Multimedia Banten, serta bukti transaksi yang mengikuti harga penawaran vendor tanpa ada negosiasi,” Katanya.

” Selain dugaan penyimpangan anggaran, PII juga menemukan bahwa banyak website desa tidak aktif dan tidak digunakan untuk pelayanan publik.

“Tidak ada pemeliharaan dan pendampingan teknis, sehingga perangkat desa kesulitan dalam mengelola website,” ungkap Fitra.

” Dari total 326 desa di Kabupaten Serang, hanya 39 desa (11,7%) yang memiliki sistem informasi desa yang aktif. Kurangnya evaluasi program ini menyebabkan pemborosan anggaran tanpa manfa’at nyata bagi desa-desa.

Selain itu, PII juga menyoroti kurangnya transparansi dalam pelaksanaan proyek ini.

” PT Wahana Semesta Multimedia Banten dan PT DIGIDES terlibat dalam proyek ini, tetapi tidak ada laporan keuangan yang jelas terkait penggunaan anggaran,” Pungkasnya.

REPORTER : RED