Warga Cilangkahan Bersatu Kawal Dugaan Pencemaran Sungai, Pemerintah Didesak Segera Bertindak

Lebak81 Dilihat
Example 1500x60

Bungas Banten, LEBAK – Puluhan warga Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, yang terdampak langsung persoalan dugaan pencemaran Sungai Cilangkahan, menggelar pertemuan bersama Aliansi Peduli Lingkungan Desa Cilangkahan, Minggu (13/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kampung Kalibaru tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menyatakan dukungan terhadap langkah Aliansi Peduli Lingkungan dalam mengawal persoalan lingkungan yang dinilai telah berdampak terhadap kehidupan warga.

Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada sekadar keluhan, tetapi segera mendapatkan penanganan serius dari pemerintah dan pihak terkait berdasarkan fakta serta hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Mewakili warga, Mani, menyampaikan bahwa masyarakat menaruh harapan besar terhadap perjuangan Aliansi Peduli Lingkungan.

“Kami semua menaruh harapan yang sangat besar kepada Aliansi Peduli Lingkungan. Kami percaya perjuangan ini dijalankan demi kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan sendiri. Tetaplah berdiri tegak dan terus menyuarakan kebenaran, karena di belakang kalian berdiri kami sebagai warga yang merasakan dampaknya setiap hari,” kata Mani usai pertemuan.

Senada dengan itu, warga lainnya, Bai Supardi, meminta pemerintah mulai dari tingkat desa hingga kabupaten segera turun tangan dan mengambil langkah nyata.

“Kami memohon dan sangat berharap kepada pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, untuk segera turun tangan dan mengambil tindakan yang nyata. Jangan biarkan sungai ini terus rusak. Ayo kita semua bergerak dan lakukan tindakan nyata,” ungkap Bai.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Peduli Lingkungan, Rudiana, menyambut baik dukungan dan kepercayaan yang diberikan masyarakat.

Menurutnya, dukungan warga menjadi energi bagi aliansi untuk terus mengawal persoalan tersebut melalui langkah-langkah yang terukur dan berdasarkan data.

“Terima kasih kepada masyarakat semua atas kepercayaan ini. Kami tidak akan pergi duluan dan kami tidak akan diam duluan. Dukungan serta harapan warga adalah kekuatan kami. Kami akan terus mengawal, menelusuri, dan menuntut penyelesaian hingga persoalan Sungai Cilangkahan mendapatkan penanganan dan hak-hak warga terpenuhi,” tegas Rudiana.

Rudiana menjelaskan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah dalam mengawal dugaan pencemaran Sungai Cilangkahan. Selain mengumpulkan data dan dokumentasi, Aliansi Peduli Lingkungan juga telah menyampaikan laporan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak.

“Selain mempersiapkan data dan dokumentasi, kami juga sudah melaporkan hal ini ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak. Alhamdulillah, DLH Kabupaten Lebak sudah melaksanakan uji laboratorium dan hasilnya pun sudah ada. Dalam waktu dekat kami juga akan mengajukan audiensi, baik dengan DPRD Kabupaten Lebak maupun DPRD Provinsi Banten,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan tetap mengedepankan data, fakta lapangan, serta kepentingan masyarakat dalam setiap langkah yang dilakukan.

Rudiana berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mencari solusi agar kondisi Sungai Cilangkahan dapat kembali membaik dan masyarakat tidak terus berada dalam situasi yang merugikan akibat dugaan pencemaran tersebut.

“Kami yakin apabila pergerakan ini dilakukan dengan penuh semangat dan kebersamaan, maka akan menuai hasil yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Keinginan kita semua tentu agar Sungai Cilangkahan kembali dalam kondisi yang baik dan tidak lagi tercemar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudiana menyebut pihaknya masih mengedepankan jalur komunikasi dan audiensi. Namun, apabila berbagai langkah tersebut tidak menghasilkan perubahan yang berarti, Aliansi Peduli Lingkungan bersama warga mempertimbangkan langkah lanjutan berupa aksi massa.

“Jika tidak ada perubahan juga, maka kami siap bersama warga melakukan aksi besar-besaran. Petisi keberatan atas dugaan pencemaran Sungai Cilangkahan juga akan segera kami siapkan. Dalam setiap langkah, kami mengedepankan fakta dan kepentingan warga. Apa yang kami sampaikan akan berdasarkan data dan fakta yang ada,” pungkasnya.

REPORTER:INDRA SASAMITA